who am i…

Demi matahari dan cahayanya dipagi hari,
Dan bulan apabila mengiringinya,
Dan siang apabila menampakkannya,
Dan malam apabila menutupinya,
Dan langit serta pembinaannya,
Dan bumi serta penghamparannya,
Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan)
kefasikan dan ketakwaannya,
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya..
(Q.S. Asy-Syams 91 : 1-10)

Β 

Hm..rasanya baru kemarin saya susah payah menghapal ayat-ayat ini, demi tidak melantunkan surat yang itu-itu saja saat harus menjadi imam di kost-an. Hehe..teringat curhatan dengan ukh brina, waktu itu kami masih jadi penduduk baru di Salwa.

Rasanya baru kemarin juga saya mengulang hafalan ini saat dibonceng suami di atas motor yang melaju, ketika menyadari betapa jauhnya saya dari ayat-ayat yang pernah singgah dalam ingatan. Tanpa terasa air mata berlomba-lomba membasahi pipi, menyejukkan jiwa.

Dan rasanya masih tidak menyangka juga kalau selama tiga hari di penghujung Syawal tahun ini, kembali berjumpa dengan sepuluh dari 15 ayat dalam surat ini. Bahkan berinteraksi dengan cara yang tidak pernah saya bayangkan. Mengenal hakikat di balik penciptaan, di balik kesempurnaan, di balik perumpamaan. Menjelajahi alam raya untuk melihat kebesaran Allah, menyelami diri untuk merasakan kasih sayang Allah.

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda
(kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri,
sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Quran itu benar.
Dan apakah Rabbmu tidak cukup (bagi kamu)
bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu.
QS. Fushshilat (41) : 53

Allahu Akbar.. Alhamdulillahirobbil’alamin..

Kejadiannya waktu saya mengikuti training ESQ di Menara 165 hari Jumat-Ahad kemarin. Emang ngapain aja neng di sana?(ini suami yang tanya). Hehe..bingung gimana ceritanya, buat saya, seperti menemukan harta karun yang sudah ada di depan mata.

Bukan mata yang buta, bukan telinga yang tuli,
tapi hati yang ada di dalam dada..

Β Jadi malu hati…
Insya Allah, azzam sudah tertanam di hati, ingin mencari cinta-Nya, berusaha menunaikan amanah-Nya, semoga bisa kembali pada-Nya..

Rabbana laa tuzigh quluu banaa ba’da idzhadaitana
wahab lana milladunka Rahmah innaka antal Wahhab..
-oktober 2009-
dah lama banget, baca ulang, mencoba menghadirkan lagi suasana waktu nulis, dan hatipun menderu, ingin kembali berlari :’)
Advertisements

yuk baca!

it's more than a book ;)

“Ummi ajhah, ambiy buthu banyaaak cekai…” kata si sulung Umar

Padahal ummi-nya baru selesai membacakan 3 buku, yang diambil Umar dari rak buku mereka, tapi para ksatria itu masih minta lagi. Dengan posisi yang sudah pewe, terus umar minta ummi yang ambil dengan kalimat seperti di atas. Jadi ketawa dengernya, soalnya si ummi suka bilang gini, “Umar mau baca buku? ya udah umar ma amzah ambil dulu, terserah mau buku yang mana” sambil ummi-nya nunggu di kasur πŸ˜€ jadi diikutin deh. Kalimat lainnya, “ayoo kita bacaa, ambil buku yang mana yaa…” terus masing-masing bawa bukuΒ  (ga nanggung-nanggung euy, 3-3) yang harus dibaca tuntas.

Awalnya, gak ada ide untuk membacakan buku ke anak-anak sejak dini. Malah sering geleng kepala kalau lihat ada buku untuk bayi mulai dari softbook, board book, lift the flap-book, sound book, apalagi dengan harga yang bukan belasan tapi puluhan ribu rupiah. Bagus-bagus sih, tertarik juga, tapi masih ketutup hatinya sama si harga tadi :p. Sempet kecantol ngenalin umar sama flash card, tapi entah kenapa akhirnya malah dihibahkan ke sepupu umar yang lagi main ke rumah. Sampai suatu hari kakak saya minta tolong dicarikan buku berjudul Read Aloud Handbook – Jim Trelease, katanya bagus. Mengandalkan mbah Google, ternyata, waktu itu, belum ada versi terjemahnya. Lihat preview buku, sekilas tentang Reading Bugs, komunitas Read Aloud Indonesia, terus mengangguk-angguk, oh..menarik juga, trus menanti-nanti terbitnya buku versi Indonesia πŸ™‚

Sekitar awal Maret 2009, dapet juga deh buku dimaksud, usahanya lumayan juga, soalnya musti jalan dari perempatan kwitang ke gunung agung (yang ada money changer itu loh) siang hari pula. Hehe..tapi salah sendiri, kirain deket taunya jauh, dah gitu ga kapok, pulangnya jalan lagi πŸ˜€ (ini mah hobi kalee) Niatnya beli satu, ya titipan kakak tadi, tapi berhubung kalo pake debit minimal pembelian 100ribu, ya sudahlah beli dua (padahal niatnya minjem aja). Setelah dibaca..wiih..ga nyesel udah beli, malah rajin promosiin buku ini di kantor. Isinya ya dari A-Z soal read aloud alias membaca keras, sederhananya, mendidik anak mencintai buku bukan dengan mengajarkan baca-tulis, tapi lewat kecintaan membaca buku yang diawali dengan dibacakan buku oleh orang-orang di sekitarnya.

Mulai dari situ terobsesi menyediakan buku khusus untuk anak-anak. Biasanya mereka berinteraksi dengan buku-buku abi-nya, bukan dibaca tentu saja, tapi menurunkan buku-buku dari raknya, terus sampulnya ditarik, dirobek, sampai yang hard cover aja lepas dari bukunya, hiks.. Korban kreatifitas mereka diantaranya buku-buku kuliah abi, kamus oxford yang ada gambar pesawat, singa, bebek, majalah Idea yang ada gambar ikannya, dst…

Perburuan buku dimulai, awalnya masih mengutamakan buku-buku yang ekonomis, pas ada bookfair, dapet deh di stand buku impor, ketemu lagi waktu belanja ada buku-buku (kayanya eks TGA) yang lagi obral, potongan 70%!! Waktu Gramed** Pd.Gede baru buka juga beli, potongan 30%! Kualitas tetap dipertimbangkan lah ya, pilih-pilih yang sesuai umur, topik buku, tampilan, dan jreng-jreng-jreng…bertambahlah koleksi di rumah karena ummi-nya juga mulai keranjingan beli buku πŸ˜€ Mulai dari buku bekas sampai buku hasil mencicil di koperasi kantor dan arisan sama teman-teman kantor.

Alhamdulillah para ksatria pun menyambut buku-buku yang dibelikan ummi dengan sorak sorai bergembira (beneran inii…) Jadilah membaca buku bersama ummi jadi ritual sebelum tidur atau kapanpun ummi di rumah dan bisa mengalihkan perhatian mereka, soalnya musti saingan juga sama mainan lain ^_^

Alhamdulillah, lewat membacakan buku, saya bisa memanfaatkan waktu yang terbatas dengan semaksimal mungkin lewat pemilihan buku yang bisa men-stimulasi aspek-aspek kecerdasan mereka. Insya Allah.

-Maret 2010-

growin’ old with you

“Mun emak di dieu, bapak di dinya” kata Emak menunjuk pada ranjang tempatnya tidur dan sisi sebelah bantal tempat foto Bapak dipajang.
Begitulah cara Emak, nenek mertua saya, mengenang Bapak, suaminya yang sudah 40-sekian hari meninggalkan dunia. Ini pertemuan kedua saya dengan beliau, tapi rasa sayang di hati saya seperti menemukan tempatnya berlabuh.
Mungkin karena ketika kecil saya tidak terlalu dekat dengan nenek dari bapak saya, hingga akhirnya beliau berpulang, dan karena saya sudah terlalu besar ketika akhirnya bertemu nenek dari ibu saya, hingga belum puas saya mencurahkan kasih sayang.
Semoga Allah merahmati mereka berdua, memberikan kelapangan di alam kubur, dan menempatkan mereka di antara orang-orang beriman.

“Kunaon bapak teh ninggalkeun emak sorangan” tanya Emak tanpa mengharapkan jawaban. Dengan senyumnya Emak masih terus bercerita betapa ia kehilangan Bapak, lelaki yang telah berpuluh tahun menemaninya. Percakapan selanjutnya antara ibuku dan Emak, menggunakan bahasa sunda, mau ditulis lagi dah keburu lupa, tapi saat ituΒ  jadi terharu mendengarnya, tak terasa sampai nangis. Biarin ajah πŸ™‚ merasakan sedikit rasanya kehilangan orang yang sudah hidup bersama kita selama puluhan tahun.

Oh it could be so nice, growin’ old with you..
tapi kayanya mending
forever young, i want to be forever young..(with you, in heaven)

-Maret 2010-

Lagi-lagi….

Hihi…lagi-lagi kelupaan kalo punya ‘rumah’ yang belum ada isinya..

Tiba-tiba inget salah satu postingan di multi*** trus pengen nulis lagi trus inget deh klo punya blog ini πŸ™‚

and so the story goes..

Kayanya mau posting beberapa jurnal dari mul**ply, sementara menunggu mesin penghasil kata memanas πŸ˜‰

Enjoy..

gaduh blog yeuh..

Lagi liat2 inbox lama.. trus ada subject ‘New WordPress.com Blog: al_insyirah’ rada nge-hang bentar, waktu baca isinya… OIA, kyanya dulu pernah bikin blog, kok bisa ya lupa?

Emang ga niat juga kli ya bikinnya..

Nama blog-nya al-insyirah, krna dulu emang lg tercerahkan sm surat yg ini

Sesudah kesulitan ada kemudahan…

Insya Allah

Mudah2an inget buat posting di blog ini πŸ˜‰